BLANTERWISDOM101

Ikan Asin Pembawa Petaka

Sabtu, 12 September 2020

Walaupun pembelajaran masih menggunakan sistem on line, tapi sebagai guru kita tetap datang ke sekolah mengerjakan administrasi pengajaran dan memberi materi di depan layar monitor komputer. Jadi, untuk sebagian orang yang menganggap bahwa selama pandemi ini guru makan gaji buta, jelas tidak!. Kita tetap bekerja.

Pun hari ini, walau sudah akhir pekan kita tetap bekerja. Pagi sekali ruang guru sudah di buka, dan sudah ada beberapa rekan pengajar yang juga sudah siap di depan komputer masing-masing untuk menyapa dan memberikan materi pengajaran kepada siswa-siswi secara virtual. Namun, diantara beberapa rekan pengajar, ada satu teman guru yang berbeda penampilannya. Pipinya terlihat lebih tembem, dan terdapat bintik-bintik merah, ternyata setelah ditanyakan ia mengalami alergi ikan asin.

Memang sehari sebelumnya diadakan rapat koordinasi dewan guru dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka. Nah, selesai rapat kami disuguhi makan siang nasi liwet, lengkap dengan ikan asin, sambal, lalapan beraneka ragam. Maknyus.

pic from freepik


            Dari penuturannya, beberapa saat setelah pulang ia merasakan gatal di tubuhnya dan timbul juga bercak-bercak merah, semakin lama semakin tak nyaman, karena di perparah dengan beberapa bagian dari tubuh, khususnya di pipi yang terasa menjadi bengkak.

Sore harinya ia memeriksakan diri ke dokter. Setelah diperiksa ia di diagnosa mengalami alergi makanan, dan dari riwayat yang ia ceritakan, dokter mengatakan kemungkinan besar alerginya dari ikan asin yang ia konsumsi.

Ko bisa ya ikan asin menyebabkan alergi?.

Menurut Dosen Fakultan Kelautan dan Perikanan IPB, Prof. Dr. Nurjanah, ikan laut yang telah awetkan dan dijadikan ikan asin telah mengalami penguraian protein yang terdapat dalam tubuhnya, sehingga protein dalam tubuh ikan berkurang. Bakteri pengurainya di sebut dengan morganella morganii, bakteri ini biasanya terdapat pada jenis ikan scromboid, yaitu jenis ikan cakalang, tongkol dan tuna. Gambaran mudahnya, tubuh yang mengkonsumsi ikan ini merasa bahwa apa yang dimasukan ke tubuh itu adalah ancaman baginya, sehingga ia melawan dalam bentuk alergi ini.

Alergi ini tidak obatnya, yang ada hanya meredakan gejala saja. Jadi hal yang harus diperhatikan adalah menghindari makanan-makanan yang bisa menyebabkan alergi pada tubuh. Walaupun gejalanya bervariasi pada setiap orang, namun pasti tidak nyaman merasakan panas dan gatal di kulit, bengkak pada wajah, serta napas yang tiba-tiba sesak.

So, let’s take care of our health

Share This :
Yonal Regen

Ayah dari qurrota a'yun; mufid, fariha, syafiq. Pengajar di Raudlotul Ulum serta volunter di filantrofi Rumah Ziswah

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak komentar. Semoga bermanfaat. Salam